puisi dalam hujan

December 18th, 2008 - No Responses

/1/
sarapan apa kita pagi ini,sayang?
jawabmu sungguh sama denganku
meski masih dalam pembaringan
aku pada ruang ujian
menatap luaran jendela
bersama kita berkata
:hujan

Ruang ujian 03, 10 Desember 2008

/2/
hujan,
aku ditikam kerinduan!

Rumah, 12 Desember 2008

sebuah ingat pada sebuah dekat

August 28th, 2008 - No Responses

dik, jangan sangka kelakar tadi sebagai tawaku perihal nyawa. hanyalah pengalihan dari sedih yang tiada mampu lagi tertahan. kau tahu dik? sejak lama aku mencintai sains. tapi tak begitu jauh langkahku. cukup bolakbalik membaca berbukubuku yang berlabelkan penyakit. mataku sekadar ingin tahu banyak ilmu, ilmu penyakit. kata puisiku terdahulu. penyair memang pesakit,dik. sebab kepemilikan gudang kata yang hanya untuk kitakita. dik, seandainya kau tahu. dan ini bukan sebuah lelucon. sejak lama, sejak membaca lembarlembar naskah penyakit. citacitaku hanya satu. ini ginjal mau aku sumbang buat mereka yang hendak temu ajal. entahlah dik, berdoa saja moga proklamasi gilaku itu tak sekadar janji mulukmuluk layaknya janjijanji para pilkadator.

depan laptop, 28 Agustus 2008

seandai ia…

August 28th, 2008 - No Responses

seandai ia pahami bintang berjuta di atas sana
masingmasing simpan mimpiku tentangnya

seandai ia tau baitbait dalam doaku
tak pernah lupa menulis pinta akan dirinya

seandai ia mengerti tangis hujan pada malam
adalah tangis bahagiaku sebab telah mengenalnya

seandai ia sadari betapa aku menjaga tiap sayang
dan sabarku agar dapat terus mencintainya

depan laptop, 28 Agustus 2008